Hei, traveler! Bayangkan kamu lagi santai di pantai Bali dengan angin sepoi-sepoi, atau eksplor kota-kota Eropa tanpa harus khawatir dompet jebol. Tapi realitanya, biaya liburan sering bikin rencana impian jadi mandek. Nah, kabar baiknya, waktu terbaik liburan murah bisa jadi kunci utama buat hemat puluhan persen dari budgetmu. Gak perlu nunggu promo dadakan atau berburu diskon last minute yang bikin stres. Cukup pahami timing yang pas, dan voila, liburan impianmu bisa terwujud dengan biaya lebih ramah.
Artikel ini bakal bongkar rahasia waktu paling tepat untuk dapat biaya liburan murah, mulai dari booking tiket pesawat sampai hotel. Berdasarkan data terkini dari laporan seperti Air Hacks 2026 dari Expedia dan tips dari platform seperti Trip.com serta Traveloka, kita akan bahas langkah demi langkah. Jadi, kalau kamu lagi planning trip tahun ini, simak baik-baik ya. Siapa tahu, besok kamu udah bisa pesan tiket dengan harga miring!
Liburan murah bukan cuma soal destinasi murah, tapi juga strategi pintar. Banyak orang salah pilih waktu, akhirnya bayar mahal karena peak season. Padahal, dengan memilih low season atau hari-hari tertentu, kamu bisa potong biaya tiket sampai 30% atau lebih. Plus, tempat wisata lebih sepi, jadi pengalaman liburan lebih asyik tanpa antre panjang. Yuk, kita mulai dari dasarnya.
Mengapa Waktu Berpengaruh Besar pada Biaya Liburan?
Pernah nggak kamu notice kalau harga tiket pesawat ke Bali bisa beda jauh antara bulan Juni dan September? Itu karena faktor supply and demand, sob! Saat musim liburan sekolah atau akhir tahun, permintaan melonjak, maskapai dan hotel naikin harga buat maksimalkan untung. Sebaliknya, di periode sepi, mereka kasih diskon gede-gedean buat isi kursi kosong.
Menurut laporan Expedia, bulan Mei jadi waktu terbaik liburan murah untuk tiket pesawat, dengan harga rata-rata 21% lebih rendah dibanding Desember yang super mahal. Kenapa? Karena Mei biasanya pasca-libur Lebaran dan sebelum musim panas Eropa, jadi demand rendah. Begitu juga dengan hotel, low season bikin tarif kamar turun drastis. Bayangin, kamar hotel di Bali yang biasa Rp1 juta per malam bisa jadi Rp500 ribu aja.
Selain musim, hari dan jam booking juga penting. Maskapai sering update harga di dini hari, saat orang-orang lagi tidur. Jadi, kalau kamu bangun pagi dan cek app seperti Traveloka atau Trip.com, kemungkinan besar dapet promo fresh. Ini bukan mitos, lho—data dari Trip.com bilang, booking Selasa pagi bisa hemat lebih banyak daripada akhir pekan.
Intinya, waktu bukan cuma soal kapan berangkat, tapi juga kapan beli. Kalau kamu paham ini, liburan murah bukan mimpi lagi. Oke, sekarang kita breakdown bulan-bulan terbaiknya.
Bulan Terbaik untuk Liburan Murah Berdasarkan Musim
Liburan murah sering identik dengan low season, alias musim sepi wisata. Di periode ini, tiket pesawat, hotel, dan bahkan atraksi wisata kasih harga spesial. Tapi ingat, low season beda-beda tergantung destinasi. Untuk Indonesia dan Asia Tenggara, biasanya pas musim hujan ringan atau transisi cuaca.
Berikut daftar bulan terbaik buat liburan murah:
- Januari hingga Februari: Pasca-libur Natal dan Tahun Baru, dunia wisata lagi ‘istirahat’. Harga tiket domestik termurah di Januari, kata Expedia—bisa 26% lebih hemat dibanding Agustus. Cocok buat trip ke Bali atau Bandung, di mana hotel seperti di Cozzy.id bilang tarif rendah dan suasana tenang. Cuaca? Masih oke, meski kadang hujan, tapi gak ganggu kalau kamu suka indoor activities.
- Maret hingga Mei: Ini shoulder season, alias masa transisi. Mei jadi bintangnya, dengan harga tiket 21% lebih murah global. Buat internasional, seperti ke Thailand atau Singapura, periode ini promo bertebaran. Trip.com saranin buat destinasi Eropa Barat, Januari-Maret juga murah, sebelum musim panas Juni-Agustus yang mahal banget.
- September hingga November: Setelah libur sekolah, demand turun. Bulan ini ideal buat hemat, terutama Oktober-Desember awal. Di Bali, cuaca masih cakep dan turis mulai berkurang, seperti yang direkomendasikan di Instagram reels. Harga hotel bisa diskon 15-30%, dan tiket pesawat ke Jepang atau Korea murah karena bukan musim sakura atau foliage.
Hindari peak season seperti Juni-Agustus (libur sekolah dan musim panas), atau Desember (akhir tahun). Di sana, harga bisa naik 2-3 kali lipat. Contohnya, tiket ke Australia mahal di Desember-January karena libur mereka. Jadi, pilih bulan low season, dan kamu bisa extend stay tanpa tambah budget.
Tapi, low season punya downside: cuaca kadang unpredictable. Misal, di Thailand Mei-Juni musim hujan, tapi kalau kamu fleksibel, ini justru waktu santai tanpa keramaian. Analoginya seperti belanja di pasar malam—kalau datang pas sepi, dapet barang bagus dengan harga miring!
Hari Terbaik untuk Membeli dan Terbang dengan Harga Murah
Gak cuma bulan, hari dalam seminggu juga ngaruh. Mau tahu hari tiket pesawat murah apa? Jawabannya: Selasa dan Rabu!
Menurut Traveloka, hari Selasa dan Rabu jadi waktu terbaik liburan murah buat beli tiket. Kenapa? Karena maskapai evaluasi penjualan akhir pekan di hari Senin, lalu rilis promo baru di Selasa. Harga bisa lebih rendah 10-20% dibanding Jumat-Minggu, saat orang banyak browsing liburan. CNN Indonesia juga bilang Jumat murah buat terbang, dengan harga 18% lebih hemat dibanding Sabtu yang mahal.
Buat jamnya, dini hari hingga pagi (00.00-06.00) paling direkomendasikan. Sistem OTA seperti Trip.com update harga saat itu, dan kompetisi rendah. Bayangin, kamu lagi scroll HP jam 2 pagi, eh nemu tiket Jakarta-Bali cuma Rp300 ribu pulang-pergi. Itu beneran terjadi!
Untuk jarak booking:
- Domestik: 6-8 minggu sebelum berangkat. Jangan terlalu awal (harga tinggi) atau terlalu mepet (sold out).
- Internasional: 3-6 bulan ahead. Buat peak season, bahkan 5-7 bulan.
Contoh: Kalau rencana ke Jepang April (musim sakura, mahal), beli tiket Januari. Tapi kalau low season Juni, cukup 2-3 bulan sebelumnya.
Waktu Ideal untuk Booking Hotel dan Akomodasi Lain
Hotel murah bulan apa? Jawabannya mirip tiket: Januari-Februari dan September-November. Cozzy.id bilang periode ini low season, tarif turun karena kamar kosong. Di Bali, Januari-Februari cocok buat hemat, sementara Bandung bagus di Maret-Mei.
Tips booking hotel murah:
- Gunakan app seperti Booking.com atau Agoda, cek promo mid-week.
- Pilih hari check-in Selasa-Rabu, hindari akhir pekan.
- Booking 1-2 bulan sebelum, terutama low season—bisa dapet free upgrade kamar.
Selain hotel, pertimbangkan akomodasi alternatif seperti Airbnb atau hostel. Di low season, host sering kasih diskon ekstra. Analoginya, seperti nyari kosan pas mahasiswa lagi libur—pilihan banyak, harga negoable!
Tips Tambahan untuk Hemat Biaya Liburan Lebih Maksimal
Udah paham waktu terbaik, sekarang tingkatkan dengan tips praktis ini. Gak perlu jadi ahli travel, cukup ikuti langkah sederhana:
- Pantau Harga dengan Alert: Pakai fitur price alert di Traveloka atau Google Flights. Set notif buat rute favoritmu, biar gak ketinggalan drop harga.
- Pilih Penerbangan Malam atau Dini Hari: Selain murah, ini hemat waktu—sampai tujuan pagi, langsung eksplor.
- Gabungkan dengan Promo Kartu Kredit: Banyak bank kasih cashback buat booking di low season. Cek promo BCA atau Mandiri.
- Hindari Event Besar: Misal, jangan ke Dubai November-Maret (peak), pilih Mei-September meski panas, tapi tiket murah.
- Liburan Lokal Dulu: Buat pemula, coba destinasi domestik seperti Yogyakarta di Februari—hemat dan dekat.
- Paket Bundling: Beli tiket + hotel sekaligus di platform seperti Trip.com, sering dapet diskon tambahan 10-20%.
Dengan tips ini, budget liburanmu bisa dipangkas tanpa kurangi fun. Contoh nyata: Teman saya booking ke Singapura September lalu, hemat Rp2 juta cuma karena pilih Selasa dini hari.
Contoh Destinasi Populer dan Waktu Terbaiknya
Biar lebih konkret, ini rekomendasi berdasarkan data Trip.com:
- Bali (Indonesia): Januari-Februari. Hotel murah, pantai sepi—ideal buat honeymoon hemat.
- Singapura: Februari-April atau September-November. Hindari Juni-Juli (libur sekolah).
- Thailand: Mei-Juni atau September. Musim hujan, tapi harga tiket rendah dan Bangkok tetap seru.
- Jepang: Januari-Februari atau Juni. Bukan musim cherry blossom, jadi murah tapi salju atau festival lokal masih ada.
- Eropa Barat: Januari-Maret atau November. Paris atau London lebih tenang, tiket 30% lebih hemat dibanding musim panas.
- Australia: Februari-Maret atau Agustus. Hindari Desember-January (libur mereka).
Pilih destinasi sesuai budget dan minatmu. Kalau suka alam, Bali low season; kalau kota, Singapura shoulder season.
Kesimpulan: Mulai Rencanakan Liburan Murahmu Sekarang!
Intinya, waktu terbaik liburan murah ada di low season seperti Januari-Mei dan September-November, dengan booking Selasa-Rabu dini hari. Hemat bukan berarti kurang seru—malah, kamu bisa eksplor lebih dalam tanpa kerumunan. Dari tiket pesawat sampai hotel, semuanya bisa diatur asal timing pas.
Jadi, apa lagi yang ditunggu? Buka kalendermu, cek app travel, dan mulai hunting promo. Kalau punya pengalaman liburan murah, share di komentar ya! Siapa tahu bisa inspirasi traveler lain. Selamat berpetualang dengan budget pintar!





