Bulan puasa tiba, dan banyak dari kita langsung mikir: “Gimana dong mau olahraga? Takut lemas seharian!” Iya, kan? Kamu yang biasa gym atau lari pagi pasti bingung, apalagi kalau jadwal kerja padat. Tapi tenang, olahraga saat puasa tetap bisa kok, asal pintar atur waktunya. Pagi setelah sahur atau sore menjelang buka—mana yang lebih oke?
Artikel ini bakal bantu kamu pilih yang terbaik. Kita bahas pro-kontra masing-masing waktu, plus tips praktis biar tetap bugar tanpa batal puasa atau drop energi. Yuk, simak!
Kenapa Olahraga Saat Puasa Masih Penting Banget?
Puasa bukan alasan buat mager total. Tubuh tetap butuh gerak biar metabolisme lancar, mood bagus, dan berat badan nggak melonjak gara-gara takjil berlebihan.
Olahraga ringan bisa bantu kendalikan nafsu makan, tingkatkan energi, dan bahkan bakar lemak lebih efektif karena tubuh lagi pakai cadangan energi. Bayangin, setelah seharian puasa, tubuh lebih efisien bakar fat—mirip intermittent fasting yang lagi hits itu.
Tapi ingat, saat puasa tubuh lebih sensitif terhadap dehidrasi dan kekurangan energi. Jadi, jangan samain intensitas seperti hari biasa. Kurangi 30-50% aja, dan fokus ke olahraga yang fun serta nggak bikin capek banget.
Olahraga Pagi Saat Puasa: Segar Tapi Ada Risikonya
Banyak orang suka pagi karena udara masih sejuk dan pikiran fresh. Setelah sahur, energi dari makanan masih ada, jadi cocok buat mulai hari dengan gerak.
Kelebihannya?
- Tubuh lebih berenergi setelah makan sahur.
- Bikin mood pagi langsung on, dan aktivitas seharian lebih semangat.
- Cocok buat yang jadwalnya padat sore hari.
Contoh, kamu bisa jalan santai 20-30 menit di kompleks atau yoga ringan di rumah setelah subuh.
Tapi, beberapa ahli seperti dari UGM bilang pagi hari kurang ideal. Kenapa? Karena setelah olahraga, kamu masih harus tahan puasa panjang sampai maghrib. Keringat keluar banyak bisa bikin dehidrasi lebih cepat, dan tubuh lemas seharian.
Kalau kamu pilih pagi, pastikan olahraganya super ringan—nggak usah lari kenceng atau angkat beban berat. Yoga, stretching, atau jalan kaki aja sudah cukup.
Olahraga Sore Menjelang Buka: Pilihan Favorit Banyak Orang
Nah, ini yang sering direkomendasikan dokter dan trainer. Sore hari, sekitar 1-2 jam sebelum maghrib, tubuh sudah capek seharian, tapi olahraga ringan bisa bikin segar dan langsung recovery pas buka.
Kenapa sore sering jadi juara?
- Bisa langsung isi energi dan cairan setelah buka—nggak ada risiko lemas lama.
- Udara lebih sejuk dibanding siang bolong.
- Bakar kalori ekstra menjelang buka, plus nafsu makan lebih terkontrol.
Bayangin habis olahraga ringan, langsung takjil dan makan besar. Tubuh senang banget!
Kekurangannya? Kalau intensitasnya kelewat, bisa bikin tambah lemas menunggu buka. Jadi, stick to ringan aja—like jalan cepat, bersepeda santai, atau yoga lagi.
Beberapa sumber bilang 30-60 menit sebelum buka ideal banget buat olahraga intensitas sedang.
Waktu Alternatif: Setelah Buka Puasa, Paling Optimal!
Sebenarnya, kalau ditanya waktu terbaik secara umum, banyak ahli setuju: setelah buka puasa atau malam hari setelah tarawih.
Tubuh sudah dapat nutrisi dan hidrasi, jadi bisa olahraga lebih intens tanpa takut drop. 1-2 jam setelah buka, energi lagi puncak—cocok buat gym, lari, atau latihan beban.
Kalau kamu sibuk pagi-sore, malam jadi solusi terbaik. Plus, bantu tidur lebih nyenyak!
Jenis Olahraga yang Cocok Saat Puasa
Jangan paksain HIIT atau marathon ya. Pilih yang ringan-sedang ini:
- Jalan santai atau cepat: 20-30 menit, bakar kalori tanpa capek berlebih.
- Yoga atau stretching: Relaksasi tubuh dan pikiran, cocok kapan aja.
- Bersepeda santai: Fun dan nggak terlalu nguras tenaga.
- Latihan kekuatan ringan: Pakai bodyweight aja, seperti squat atau push-up modif.
- Berenang: Kalau ada waktu, super refreshing (tapi pastikan setelah buka).
Hindari olahraga berat seperti angkat beban maksimal atau lari jarak jauh—simpan buat setelah buka.
Tips Ampuh Atur Jadwal Olahraga Saat Puasa
Biar nggak salah langkah, ikuti tips ini:
- Dengar tubuh kamu — Kalau lagi lemas, skip aja hari itu. Better istirahat daripada maksa.
- Jaga asupan sahur dan buka — Sahur pilih karbo kompleks (nasi merah, oat), protein, dan buah. Buka jangan langsung gorengan banyak—mulai dari kurma dan air putih.
- Hidrasi maksimal — Minum 8-10 gelas antara buka sampai sahur. Tambah elektrolit kalau perlu.
- Kurangi intensitas — Kalau biasa lari 10K, turunin jadi 5K atau jalan aja.
- Tidur cukup — 7-8 jam, biar recovery optimal.
- Warm up dan cool down — Jangan lupa, biar nggak cedera.
- Konsultasi dokter — Apalagi kalau ada kondisi kesehatan khusus.
Dengan tips ini, olahraga saat puasa malah bisa bikin Ramadan lebih produktif dan sehat.
Kesimpulan: Pilih yang Paling Nyaman Buat Kamu
Jadi, pagi atau sore? Tergantung kondisi tubuh dan jadwalmu. Pagi cocok kalau kamu kuat dan olahraganya ringan banget. Sore lebih aman karena recovery cepat. Tapi kalau bisa, malam setelah buka tetap yang paling top.
Yang penting, tetap gerak biar puasa nggak bikin tubuh letoy. Mulai pelan-pelan, konsisten, dan nikmati prosesnya. Semoga Ramadan kali ini lebih fit dan berkah!
Kalau kamu punya pengalaman olahraga saat puasa, share di komentar ya. Siapa tahu bisa inspirasi orang lain!



/2024/03/15/1971683701.jpg)





